19 comments on “Kedai Kopi Kimung

  1. Wah, tampaknya pak Zette sdh mencobanya. Tersedia fasilitas WiFi seperti Starbuck saja. Bagaimana rasa kopinya dibanding Starbuck misalnya. Apa yang membedakannya atau adakah yang istimewa dari kedai itu pak?

    • Betul pak Brus, fasilitas disana lengkap. Saya rasa kurang fair kalau membandingkan sama Starbucks head to head. Paling yang membedakannya kita lebih merasa lebih sebagai orang Indonesia dalam hal kulinernya.

  2. wah sepertinya fasilitas yang disediakan begitu lengkap untuk membuat pengunjung nyaman.
    Berbicar tentang kopi, saya jadi teringat dengan maraknay warung kopi dna kenikmatan kopi aceh, sudah pernah coba belum pak? nikmat loe :D #promosi hehehe

  3. Pak Zuli seperti jurnalis saja ;)
    Oh ya Pak, menjawab pertanyaan saya tentang page yang saya busat di blog, daftar tulisan saya itu dibuat secara manual Pak. Tinggal diketik saja susunan tulisan, kemudian diberi link. Saya sendiri kurang tahu cara otomatisnya. Semoga bisa menjawab pertanyaan Pak Zuli :)

      • Sebenarnya ada sih pak widget khususnya dan bukan di page, tapi saya lupa kodenya. Waktu itu dikasih tau blogger juga, tapi saya praktekkin ga bisa.

  4. Kebetula saya ini a middle aga woman dg kaca mata minus lima, jadi merasa kurang nyaman membaca postingan mas Zuli dengan pergantian warna latar belakang blog ini. Terima kasih jika mau kembali ke tampilan semula.
    Wassalam.

    • Terimaksih bu Endang atas sarannya. Sebetulnya sy sedang me-refresh tampilan spy tidak bosan. Kalau hurufnya terlalu kecil kan bisa di zoom pada browsernya.

  5. Jika bu Endang bisa melihat (mungkin melalui PC/Laptop) tampilan latar belakang Ordinary yg baru berbeda dari yg lama, maka saya yg membukanya melalui HP, sama sekali tidak tahu jika ternyataa tampilannya sudah berubah. Jadi, rupanya tampilan HP berbeda sari tampilan melalui  ya pak.

  6. Memang nikmat sekali kopi susu di kedai kopi kimung, sambil menikmati ketan kinca durian… harga terjangkau lah dibanding merek luar negeri.

  7. Pingback: Berawal dari diskusi, kedai, hingga kebahagiaan | Alin Aun Adyana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s