kopi-dan-katarak

Kopi dan Resiko Katarak

Anda tau apa itu katarak ? Ini adalah semacam penyakit yang terjadi pada bola mata, dimana penderita katarak akan mengalami gangguan penglihatan mulai dari rabun sampai kebutaan. Umumnya penyakit katarak diaalami oleh para lanjt usia.

Menurut wikipedia katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total. Dalam perkembangannya katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan pengerasan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, berwarna kuning menjadi coklat/putih secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika katarak terlalu tebal. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Saeiring bertambahnya usia, faktor fisik ikut mempengaruhi terjadinya katarak. Gejala penyakit ini banyak tidak dirasakan oleh penderita. Menurut parah ahli ada beberapa penyebab/pemicu terjadinya gangguan penglihatan pada mata ini. Misalnya terjadi kontak atau terpapar sinar ultraviolet matahari dalam waktu yang lama sehingga memberikan dampak pada syaraf penglihatan. Radiasi sinar inframerah juga dapat menyebabkan terjadinya katarak. Faktor lain bisa muncul dari akibat penyakit diabetes dan hipertensi serta faktor keturunan.

Untuk mencegah katarak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Menghindari rokok
  2. Makan makanan dengan gizi seimbang
  3. Lindungi mata anda dari pancaran sinar matahari
  4. Menjaga kesehatan tubuh secara umum

kopi-dan-katarak

Ada studi terbaru mengenai manfaat kopi (kafein) bagi penderita katarak. Studi yang dilakukan oleh S D Varma di tahun 2016 ditulis dalam jurnal yang berjudul Effect of coffee (caffeine) against human cataract blindness, Clinical Opthalmology, Volume 10.

Sekilas dijelaskan pada abstrak jurnal tersebut:

“Previous biochemical and morphological studies with animal experiments have demonstrated that caffeine given topically or orally to certain experimental animal models has significant inhibitory effect on cataract formation. The present studies were undertaken to examine if there is a correlation between coffee drinking and incidence of cataract blindness in human beings. That has been found to be the case. Incidence of cataract blindness was found to be significantly lower in groups consuming higher amounts of coffee in comparison to the groups with lower coffee intake. Mechanistically, the caffeine effect could be multifactorial, involving its antioxidant as well as its bioenergetic effects on the lens.”

Terdapat korelasi yang kuat antara konsumsi kopi dengan insiden terjadinya katarak pada manusia. Dimana insiden tersebut dapat berkurang secara signifikan bagi mereka yang rutin mengkonsumsi kopi yang lebih banyak dibandingkan merka yang mengkonsumsi kopi lebih sedikit.

sumber: coffeeandhealth.org

kaleng-kopi

Dua Kapal Api Satu di Indonesia, Satu Lagi di Amerika

Dua nama besar dalam industri kopi ini dapat memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana mengelola bisnis kopi. Mereka adalah pemimpin pasar, Kopi Kapal Api dan Folger’s Coffee dua brand yang memiliki kesamaan dalam sejarah berdiri bahkan sampai kepada Logo produknya. Kapal Api berdiri sejak jaman sebelum kemerdekaan atau tepatnya pada tahun 1927 di Surabaya, sementara Floger’s Coffee berdiri jauh sebelum Kopi Kapal Api yaitu pada tahun 1850 di San Fransisco. Kesamaan para pendiri mereka adalah sama-sama sebagai keluarga imingran yang merantau ke negara lain.

Pendiri Kopi Kapal Api yaitu Go Soe Loet berasal dari Fujian, Tiongkok sementara ayah pendiri Folger’s Coffee, Peter Folger berasal dari Norwich, Inggris. Sebagai imigran mereka adalah perantau yang ulet dalam bekerja dan sealalu berusaha dan bekerja keras untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Keluarga Go Soe Loet datang ke Hindia Belanda dan memulai usaha berjualan kopi kepada pelaut-pelaut di Pelabuhan Surabaya. Sementara Keluarga Folger datang ke Massachusetts Amerika Serikat untuk bekerja sebagai pekerja tambang di kota San Fransisco.

kaleng-kopi

Berbisnis Kopi

Mulai dari berdiri pada tahun 1927 Kopi Kapal Api, adalah Go Soe Loet yang merintisnya bersama dengan dua orang saudaranya Go Bie Tjong dan Go Soe Bie dengan cara berjualan kopi keliling kampung menggunakan pikulan kayu dan sepeda roda dua. Pada saat itu juga Go Soe Loet menjual kopinya kepada pelaut-pelaut yang sedang menyandarkan kapalnya di pelabuhan Surabaya. Produksi bubuk kopi mereka kerjakan sendiri di sebuah pabrik penggorengan kopi yang mereka dirikan di kawasan pelabuhan Surabaya. Merek kopi kala itu masih bernama Kopi Bubuk Hap Hoo Tjan.

Lain di Surabaya lain pula di San Fransisco, imigran Peter Floger mengirim anak-anaknya ke San Fransisco untuk bekerja di pertambangan emas. Sayangnya biaya untuk keberangkatan tersebut hanya dapat meneruskan dua dari tiga anaknya menuju lokasi pertambangan. Sementara anaknya yang lain yaitu James Folger I harus tetap tinggal di San Fransisco yang gagal bekerja di pertambangan emas untuk berusaha dan bekerja sendiri agar dapat mengumpulkan uang untuk berangkat ke Pertambangan.

Tuntutan hidup telah membawa James Folger I untuk bekerja sebagai tukang kayu bagi William H. Bovee pemilik The Pioneer Steam Coffee and Spice Mills yang memproduksi biji kopi untuk dijual dalam kemasan kaleng. Setelah mengumpulkan uang yang cukup di tahun 1950 James memutuskan untuk berangkat ke pertambangan. Ternyata di lokasi pertambangan James tidak bekerja sebagai pekerja tambang tetapi malah mendirikan usaha J.A. Folger & Co. yang mendistribusikan kopi dan bumbu masak dan menjadi full partner dari perusahaan Pioneer Steam Coffee and Spice Mills.

Logo Produk

Tidak diketahui asal muasal Folger’s Coffee mencantumkan logo Kapal Api pada setiap kemasan kaleng kopi produksinya. Bila diamati ada dua kapal uap dan satu perahu layar yang seolah-olah berjalan ke haluan kanan. Terasa cukup menyenangkan melihat logo Folger’s Coffee dengan imajinasi bahwa perusahaan sedang memgirimkan produknya ke bagian negara lain di Amerika yang berlayar diatas laut yang tenang dengan latar belakang pegunungan.

Sementara untuk Kopi Kapal Api yang juga menggunakan kapal api yang sedang berlayar menuju haluan kiri. menurut beberapa sumber tentang logo tersebut, ketika pertama kali merintis usaha kopi ini oran tua Soedomo bersaudara menjalankan bisnisnya di daerah pelabuhan surabaya. Sehingga seringkali melihat banyak kapal laut yang bersandar untuk membongkar muatan. Oleh karena itu dipilihlah kapal laut yang bergerak dengan mesin uap sebagai logo produk kopinya. Atau lebih populer disebut sebagai Kopi Kapal Api.

Bila kita sandingkan kedua logo kemasan produk ini seolah-olah keduanya sedang berlayar tetapi saling menjauh, satu bergerak ke haluan kanan dan satu lagi ke haluan kiri. Bisa jadi karena kedua perusahaan ini berdiri di kota pelabuhan yakni Surabaya dan San Fransisco sehingga para pendiri merasa terinspirasi dengan kapal api yang merupakan alat trasnportasi tercanggih pada masanya.

Jatuh Bangun dan Perkembangan ke depan

Sebelum bangkrutnya Pabrik Kopi Bubuk Hap Hoo Tjan ditengarai karena ada ketidakcocokan tiga bersaudara dalam berbisnis. Aset perusahaan dibagi-bagi diantara mereka. Go Soe Loet mendapat bagian pabrik penggorengan kopi dan memilih tetap melanjutkan produksi kopi yang dibantu anak-anaknya, yakni Soetikno, Indra dan Soedomo masih dengan merek Kopi Kapal Api. Sampai akhirnya Pabrik Kopi Bubuk Hap Hoo Tjan mengalami kebangkrutan pada tahun 1981 dan berhenti berproduksi.

Beruntung pada tahun 1979 anak-anak Go Soe Loet, yaitu Soedomo dan Indra telah mendirikan pabrik kopi sendiri dengan nama PT Santos Jaya Coffee Company. Melalui perusahaan ini Soedomo terus melanjutkan produksi bubuk kopi dengan brand lama yang sudah cukup dikenal Kopi Kapal Api.

Saat ini perusahaan Soedomo terus berkembang dan kian meluaskan usaha dengan mendirikan anak-anak usaha yangmemproduksi berbagai macam produk, antara lain:

  1. PT. Agel Langgeng menjual permen dan biskuit
  2. Excelso Cafe pada industri hilir kopi
  3. PT. Fastrata Buana melayani distribusi produk kopi dan permen ke seluruh Indonesia

Perluasan usaha pada industri hulu kopi dilakukan denga mendirikan perusahaan sebagai berikut:

  1. PT. Sulotco Jaya Abadi mengoperasikan perkebunan kopi
  2. PT. Santos Premium Krimer memproduksi non-dairy creamer
  3. PT. Weiss Tech that memproduksi mesin-mesin industri and mesin kopi espresso

Bagaimana dengan Folger’s Coffee di San Fransisico? Setelah kematian James Folger I akibat penyakit jantung koroner, usaha J.A. Folger & Co. dilanjutkan oleh anak tertuanya James Folger II sebagai preisiden perusahaan. Dibawah kepemimpinannya perusahaan J.A. Folger & Co. semakin berkembang. J.A. Folger & Co. tidak hanya menjual dan mendistribusikan barang tetapi juga ikut memproduksi kopi dengan berbagai macam merek sesuai dengan kualitas kopinya. Salah satu merek produk yang terkenal adalah Folgers Golden Gate Coffee, yaitu kopi campuran (blend coffee) terbaik dalam kemasan kaleng.

Pada tahun 1963 perusahaan consumer goods Protect & Gamble (P & G) mengakuisisi Folgers Coffee Company untuk kemudian menjadi unit usahanya yang mendustribusikan produk-produk dengan merek dagang Folger’s. Selama kepemilikan oleh P & G Fogler’s menjadi penjual kopi dengan merek nomor satu di Amerika. Dan akhirnya pada tahun 2008 The J.M. Smucker Company mengakuisisi Folger Coffee Company yang merupakan subsidiary Protect & Gamble untuk tetap memproduksi produk-produk kopi. Dan sampai saat ini merek Folger’s Coffee pun masih tetap dipertahankan sebagai merek dagang dan tetap menjadi pemimpin pasar di Amerika. Tetapi logonya mengalami perubahan dibawah bendera J.M. Smucker Company, tidak lagi menggunakan Kapal Api (steamboat) berganti  dengan sinar matahari yang terbit dibalik gunung.

 

*) Dari berbagai sumber

Seperti Apa Cara yang Benar Memperlakukan Kopi?

Kebanyakan orang memilih ngopi untuk meredakan stres akibat kerjaan atau tugas-tugas kuliah. Sedemikian dekatnya kopi dalam kehidupan manusia, menjadikan sejumlah orang beranggapan minum kopi bisa menjadi cara untuk menghilangkan stres ataupun pusing dengan pekerjaan yang menumpuk. Selebihnya, kopi memiliki manfaat yang beragam, tentu dengan meminumnya dengan cara yang benar. Ya, jadi kali ini kita akan jelasin apa yang sering salah dalam memperlakukan kopi sekaligus membuktikan mitos-mitos yang salah.

Seringkali kita dihadapkan pada pernyataan-pernyataan yang belum tentu benar tentang gimana cara memperlakukan kopi. Biasanya muncul dari selentingan teman, lalu bagaimana cara kita menghadapinya? Berikut adalah jawaban Benjamin Fankey dari The Missing Bean Roastery.

Katanya sih…

Ada yang beberapa bilang ketika ketel uap sudah berbunyi dan sudah masak, lalu kita tuang airnya untuk menyeduh kopi, maka kopi itu akan hilang aromanya karena interaksi air yang sangat panas dengan kopi.

Coba ini…

Kenyataannya adalah orang yang mengerti kopi akan merebus air hingga 89 derajat Celsius bukan sampai mendidih 100 derajat Celsius, malah terkadang ada yang di bawah suhu tersebut. Lagi pula, siapa yang ingin minum kopi dengan suhu air 100 derajat Celsius?

Katanya sih…

Mau pakai mesin kopi apapun atau secanggih apapun seorang barista dalam membuat kopi, rasa kopi yang dihasilkan akan tetap pahit, bagaimanapun cara kamu membuatnya.

Coba ini…

Sebuah mesin kopi akan maksimal jika penggunaan serta perawatannya benar. Jika kamu memiliki waktu, bersihkanlah sisa-sisa kopi yang menempel pada mesin-mesin kopi. Sisa-sisa kopi yang menempel itu yang akan membuat kopi lebih pahit. Jadi bersihkanlah secara rutin mesin kopimu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Katanya sih…

Kamu bebas menyimpan kopi, di freezer atau di toples yang setengah terbuka, kopi itu akan tetap fresh.

Coba ini…

Aneh banget kalau kamu membeli kopi dan berencana untuk menyimpannya di freezer. Kondensasi yang dihasilkan freezer akan membuat kopi menjadi lembap dan menghilangkan aroma dari kopi itu sendiri. Jadi, simpan kopi di dalam toples yang rapat, hampa udara, untuk menjaga kualitas dari biji kopi tersebut.

Katanya sih…

Kopi akan kehilangan minyak dan aromanya menguap lima menit setelah kamu menggilingnya menjadi bubuk. Membeli kopi bubuk baik untuk dompet tapi tidak untuk rasa kopimu.

Coba ini…

Kamu tidak perlu repot-repot membeli mesin kopi mahal untuk menikmati ground coffee. Handy grinder dengan harga yang jauh lebih murah bisa menjadi pilihanmu. Maka, faktor diri sendiri akan menentukan rasa dari kopi tersebut.

Katanya sih…

Beberapa orang bilang minum kopi setelah jam dua siang akan mengganggu tidurmu, karena jumlah kafein dalam kopi bervariasi, tergantung jenis kopinya.

Coba ini…

Tidak semua kopi memiliki kandungan yang sama. Untuk pagi hari, kamu bisa pilih kopi dengan profil dark roasted. Kopi ini bisa membantumu untuk keluar dari rasa pengap. Menuju malam, kamu sebaiknya pilih kopi light roasted dengan kandungan kafein yang lebih sedikit, sehingga tidur malammu tidak terganggu.

Katanya sih…

Tidak tahu perbedaan antara kopi Kolombia dan kopi Bolivia? Tajam, asam, atau netral? Memilih rasa kopi favorit itu nggak hanya sekadar mencicipi satu dua cangkir saja. Intinya, jumlah flavor yang ada di dalam kopi itu 21 kali lebih banyak dari jumlah flavor yang ada di dalam wine.

Coba ini…

Mayoritas orang menyukai kopi dengan body yang smooth, tingkat keasaman yang rendah, dan rasa cokelat, kacang, juga cherry.

Gunakan chart di bawah untuk mengeksplorasi jenis kopi dan rasa serta aroma yang tersedia. Kamu bisa sesuaikan kesukaanmu sebelum membeli kopi di kedai kopimu.

coffee-chart

Sumber: http://kopikeliling.com

Mengapa Kantor Harus Sediakan Kopi Gratis untuk Karyawan? Ini Jawabnya

Tribunnews.com – Di tengah kontroversi seputar manfaat kafein bagi kesehatan, beberapa ilmuwan dari University of Washington, University of Arizona, dan University of North Carolina, menemukan bukti baru seputar fungsi kopi.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology, disebutkan, selain sebagai stimulan, meminum kopi juga dapat membantu karyawan menolak tekanan untuk melakukan hal-hal yang tidak etis, termasuk dari bos.

Bagi kebanyakan dari kita, bekerja membuat jam tidur berkurang, sementara jam kerja sangat panjang. Menurut penelitian sebelumnya, kurang tidur ternyata berpotensi untuk menjadikan seseorang berperilaku kurang etis.
“Saat kurang tidur, Anda cenderung lebih mudah menerima perintah-perintah tidak etis dari bos. Tubuh yang masih lemah kurang mampu melawan energi negatif yang dikirim orang lain,” ujar David Welsh, pakar perilaku organisasi di Universitas Washington. “Namun, kami akhirnya menemukan, kafein dapat memberikan individu kurang tidur energi tambahan yang diperlukan untuk melawan perilaku kurang etis.”
 
Dalam dunia perdagangan, perilaku tidak etis sama dengan kehilangan keuntungan 6 miliar dollar AS, bahkan penjara. Oleh karena itu, perilaku etis harus menjadi prioritas utama dalam dunia kerja dan dunia usaha.

Para ilmuwan tersebut lantas memberi tawaran kepada para pengusaha supaya pekerjaan tetap berjalan sesuai relnya. Berikut saran-saran mereka:
  *  Kantor harus menyediakan kopi gratis serta minuman berkafein lainnya.
   * Memberikan pekerja waktu istirahat yang cukup.
   * Menghilangkan sistem lembur.
    * Membiarkan pekerja tidur siang.

Bagi para peneliti tersebut, opsi-opsi di atas seharusnya lebih dipertimbangkan daripada harus melihat bawahannya melakukan tindakan-tindakan yang kurang etis. “Anda memiliki kewajiban moral untuk meminum kopi,” tulis para ilmuwan dalam penelitian mereka. (Huffington Post)

Tegula’s Rumah Teh dan Kopi di Depok

Untuk coffee lover yang tinggal di Kota Depok dan sekitarnya bisa mampir ke warungopi Tegula’s. Disana anda bisa mengajak teman sambil minum kopi dan  sekaligus ngobrol-ngobrol membicarakan bisnis atau masalah banjir yang saat sedang melanda Jakarta dan sekitarnya.

Kalau berminat untuk terjun dibidang perkopian bisa sekedar sharing dahulu di outletnya :

Tegula’s
Rumah Teh dan Kopi
Alamat Jl. Raden Saleh Raya – Studio Alam TVRI -Depok 2
(lokasi berjarak sekitar 300m dari SMAN 3 DEPOK)

Salah satu pengunjung situs ayojajan.com, Surya  pernah berkomentar tetang tempat nongkrong satu ini:

“mantep punya , tampilan kios standar rasa bintang lima , dan pelayanan familiar. Ruangan tidak sumpek , kebersihan manteprasa makanan sama kaya di restoran terkenal minuman bisa di adu sama brand – brand besar yang jadi point penting harga berkisar 3.500 s.d 15.000”

Tunggu apalagi ? silahkan bagi mereka yang mau cari udara segar di luar sambil minum kopi dan menyantap menu sederhana dan murah, hanya ada di di Tegula’s Rumah Teh dan Kopi.

Buku tentang kopi filosofi dan kegunaannya. Penulsi Scott F. Parker

Coffee – Philosophy for Everyone: Grounds for Debate

Book Description

Publisher: John Wiley & Sons Ltd
Publication Date: March 22, 2011

Offering philosophical insights into the popular morning brew, Coffee — Philosophy for Everyone kick starts the day with an entertaining but critical discussion of the ethics, aesthetics, metaphysics, and culture of coffee. Matt Lounsbury of pioneering business Stumptown Coffee discusses just how good coffee can be. Caffeine-related chapters cover the ethics of the coffee trade, the metaphysics of coffee and the centrality of the coffee house to the public sphere
Includes a foreword by Donald Schoenholt, President at Gillies Coffee Company

Buku tentang kopi filosofi dan kegunaannya. Penulsi Scott F. Parker

Buku tentang kopi filosofi dan kegunaannya. Penerbit John Wiley & Sons Ltd @ 2011, Penulis Scott F. Parker

From the Back Cover

With more than 400 billion cups consumed worldwide every year, there is much to discuss philosophically about one of the world’s most popular drinks. Essays by journalists, philosophers, coffee insiders, and coffee aficionados offer a penetrating analysis of coffee and its surrounding culture. Featured writers include Mark Pendergrast, coffee expert Kenneth Davids, and the Coffee Bean Guys James Kirkland and Dan Levy. Plus an interview with Matt Lounsbury of Stumptown Coffee.
Enjoy the philosophical aroma as the book offers fascinating discussions on topics such as:

· The ethics involved in coffee growth
· Caffeine as performance-enhancing drug
· The centrality of the coffeehouse to the public sphere
· Just how good can a cup of coffee be?

Coffee – Philosophy for Everyone kick-starts the day with an entertaining but critical discussion of the ethics, aesthetics, metaphysics, and culture of the world of coffee.
Link: http://www.amazon.com/Coffee-Philosophy-Everyone-Grounds-Debate/dp/1444337122/ref=pd_sim_b_21

pouring coffee onto cup

Question and Answer on Dibetes Type 2

The following QA is taken from coffee and health website. I hope it can be usefull for the visitor who look for the information about coffee and diabetes link. Should you have any curious things, please visit the original website.

 

Q: What is the difference between type 1 and type 2 diabetes?

A: Both types of diabetes are characterised by high blood sugar levels, either because the body does not produce enough insulin, or because cells do not respond to the insulin that is produced.

  • Type 1 diabetes is a disease of the pancreas, which results in very little, or no insulin being produced. It is partly inherited and usually develops when the person is a child or young adult.
  • Type 2 diabetes usually develops in adulthood and is primarily influenced by lifestyle factors such as diet, alcohol consumption, smoking and physical activity. In type 2 diabetes, the target tissues for insulin (muscle, liver and fat-tissue) become insensitive or resistant to the action of insulin. This means that more insulin is needed in order to maintain healthy blood sugar levels.

Q: Is coffee suitable for people with diabetes?

A: Yes, coffee is suitable for people with diabetes. According to scientific research, drinking moderate amounts of coffee has no adverse effects for people with diabetes1.

Q: Does coffee have any benefits for individuals with diabetes?

A: Research has shown that a modest amount of caffeine, equivalent to two or three cups of coffee a day, can make people with type 1 diabetes more aware that they are about to have a hypoglycaemic episode (low blood sugar)2. This ‘warning sign’ can help them to take preventative action.

Q: Can coffee lower the risk of diabetes?

A: Recent research suggests that drinking moderate amounts of coffee is linked to a reduced risk of developing type 2 diabetes; and the risk is lower with increasing coffee consumption up to 6-8 cups a day3.

Q: How much coffee do I need to drink to see a benefit?

A: Research has shown an effect with 3 to 4 cups of coffee per day3. However, those sensitive to caffeine should check with their doctor or nurse to establish a level of consumption that is appropriate.

Q: Do all types of coffee have the same effect?

A: Both caffeinated and decaffeinated coffees are linked to a lower risk of developing type 2 diabetes.

Q: How does coffee reduce the risk of developing type 2 diabetes?

A: The simple answer is that we are not sure yet. Several hypotheses have been put forward and further research into the possible mechanism of action is currently being conducted at several research centres.

Q: Are the benefits of coffee down to caffeine?

A: Since decaffeinated coffee has similar effects to regular coffee, it is unlikely that caffeine plays a role. Other constituents of coffee, including naturally occurring antioxidants, are currently being investigated to establish whether they contribute to the reduced risk of developing type 2 diabetes