terkot-rumahdotcom

Teraskota di BSD City

Memasuki weekend kedua di bulan Februari, istri saya mengajak jalan-jalan ke daerah Bumi Serpong Damai (BSD) City. Sekalian juga membawa anak-anak menikmati libur sekolah diakhir pekan dengan berenang di Ocean Park.

Teraskota BSD City Serpong (foto: rumah.com)

Sudah lama juga rasanya tidak pernah melewati daerah BSD yang mempunyai konsep sebagai kota baru yang moderen. Kalau dihtung-hitung sudah tiga tahun lebih daerah ini tidak pernah saya datangi. Dan kini terlihat sekali perbedaannya kalau dibandingan dengan kondisinya pada saat tiga tahun silam. Kota ini menawarkan segala macam produk dan jasa dengan ciri khas moderen. Berbagai macam fasilitas mulai dari rumah sakit, pusat pendidikan, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hotel, fitness center, restoran dan objek wisata semuanya tersedia. Semua terkemas secara dominan menjadi bentuk pelayanan (service). Jadi BSD City bukanlah suatu tempat yang menjadi basis produksi barang atau komoditi.

Salah satu tempat yang baru pertama kali saya datangi sejak tiga tahun terakhir adalah Teraskota yang terletak di Jalan Pahlawan Seribu, CBD Lot VII B, Lengkong Gudang Serpong, BSD City. Karena lokasinya yang berdekatan dengan Ocean Park, mungkin secara naluri saya lebih memilih tempat ini. Karena selesai berenang, anak-anak pada kelaparan dan ternyata di Teraskota sebagai tempat belanja dan hiburan adalah juga tempat yang pas buat cari makan.

Plaza Teraskota (foto: sunsetmood.web.id)

Sama seperti pusat-pusat perbelanjaan ditempat lain, pengunjung sangat ramai untuk mencari barang kebutuhan atau sekedar jalan-jalan diakhir pekan. Apalagi pada saat itu adalah hari Sabtu malam Minggu dan bertepatan dengan disiarkannya Liga Inggris antara Manchester United melawan Manchester City. Saya pun ikut-ikutan terbawa arus yang disemagati oleh sa lesteam dari sebuah perusahaan rokok untuk nonton bareng liga yang ditayangkan memakai layar lebar di plaza Teraskota.

Sebagai pusat belanja yang diresmikan (soft opening)  pada tanggal 8 Agustus 2009, Teraskota memiliki konsep one stop service, dimana pengunjung dapat menikmati aktivitas belanja sepuasnya dan ketika lelah atau merasa lapar mereka dapat dengan mudah mendatangi tempat nongkrong yang nyaman sambil memesan  makanan sesuai selera. Bahkan pengunjung bisa menginap di sebuah hotel yang lokasinya menyatu dengan Teraskota.

Wisata belanja dan kuliner di Teraskota secara kasat mata memang ditujukan bagi kalangan menengah. Kita bisa lihat dari brand-brand yang terpampang pada pintu masuk setiap took adalah brand terkenal. Belum lagi melihat harga pada label barang dan daftar menu di café atau restoran yang menjadi mahal karena biaya sewa tempat dan pajak. Saya kira ini cukup fair karena pengunjung dapat menikmati layanan dan produk yang sebanding.

Teraskota Dari Muka (foto:indexproperty.net)

Melihat perkembangan daerah Serpong dengan BSD City-nya, saya merasakan suasana yang berbeda. Suasana yang sangat kental dengan ciri khas kemoderannya. Bukan mustahil dalam 5-10 tahun kedepan, kota ini bisa menyerupai Singapura. Dalam artian sebagai sebuah kota moderen yang dilengkapi dengan sarana dan prasaran fisik yang berkualitas dan sangat nyaman.

-zt-

Serpong, 13 Februari 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s