Bendera Turki

Ankara Kota Bersejarah

Kunjungan ke Ankara dibulan April lalu telah memberikan sejumlah ide bagi saya untuk menuliskan pengalaman selama tinggal beberapa hari disana. Untuk saat ini saya hanya menyajikan tentang kesan-kesan Kota Ankara yang sangat menarik. Selain dikenal sebagai kota bersejarah, Ankara juga dikenal sebagai pusat pemerintahan dan merupakan kota bagi kantor–kantor perwakilan asing seperti Kedutaan Besar dan kantor perdagangan di Turki. Disisi lain Ankara terus berkembang dengan transisi menjadi kota perdagangan dan Industri.

Bendera Turki

Masih ada hal lain yang ingin saya tulis tentang Turki. Dan insya allah kalau ada kesempatan menulis, saya akan share buat pembaca sekalian, khususnya bagi yang tertarik dengan beberapa icon negara ini (baca: kopi turki, kerajinan tangan dll).

Sejarah Singkat

Dahulu kota Ankara merupakan daerah yang tertinggal, sebelum akhirnya dipilih menjadi Ibu Kota negara pada tahun 1923. Mustafa Kemal Ataturk, pendiri negara Turki yang beraliran sekuler mempunyai pemikiran dan strategi kenapa harus memilih Ankara sebagai ibu kota. Pemikiran tersebut antara lain dengan memperhatikan kondisi geografisnya yang berada pada posisi strategis di tengah-tengah negara Turki tepatnya di daerah Anatolia. Mustafa Kemal Ataturk telah berhasil membawa Ankara yang tadinya merupakan daerah tertinggal dengan jumlah penduduk sekitar 30.000 menjadi daerah yang maju dan moderen saat ini dengan penduduk berjumlah 4,6 juta jiwa.

Masjid yang berdekatan dengan komplek Istana Presiden

Ankara menjadi kota yang sangat penting bagi perdagangan dan industri. Pemerintah Turki  menjadikan Ankara sebagai pusat pemasaran yang dikelilingi oleh daerah pertanian serta dihubungkan oleh jalur transportasi seperti jalan raya dan jaringan rel kereta api. Jalur transportasi ini menghidupkan perekonomian  dan mobilitas penduduknya.

Sama seperti kota bersejarah lainnya, Ankara mempunya banyak nama. Pada abad ke 12 sebelum masehi, kota ini bernama Ankuwash. Kemudian pada jaman Romawi kota ini diberi nama Ancyra. Dan pada jaman kekuasaan Byzantium kota ini dikenal dengan nama Ankyra yang artinya Jankar dalam bahasa Yunani. Orang-orang Eropa menyebutnya Angora sampai pada masa kerajaan Seljuk yang dimulai pada tahun 1073 masehi dan berlanjut secara internasional. Dan pada akhirnya Mustafa Kemal Ataturk secara resmi memberi nama Ankara pada tahun 1930 sampai sekarang.

Iklim

Kota Ankara memiliki empart musim karena berada pada posisi daerah sub tropis. Pada musim dingin kota ini beriklim sejuk dan bersalju karena berada pada dataran tinggi. Sedangkan pada musim panas iklimnya terasa panas dan kering. Hujan biasanya turun selama musin semi dan musim gugur. Karena posisinya berada pada dataran tinggi, maka ketika malam hari dimusim dingin dan musim panas hawanya terasa sangat dingin.

Park Hotel tempat saya menginap

Ketika saya menginap di Park Hotel pada bulan April, iklim dikota Ankara sudah masuk pada musim gugur. Terlihat batang dan ranting pohon yang tumbuh tanpa daun, kecuali tanaman sejenis cemara dan rerumputan yang masih hijau. Ketika tidur pada malam hari, suhu dikamar terasa sangat dingin dan saya menggunakan selimut tebal untuk menjaga agar badan terasa hangat.

Mata Uang

Mata uang Turki adalah Lira yang secara resmi disebut sebagai Turkish Lira (simbol mata uangya TL, sedangkan menurut standar ISO 4217 kode mata uang Turki adalah TRY). Negara lain yang menyebut mata uangnya lira adalah Italia, sehingga disebut sebagai Italy Lira. Turkish Lira dibagi menurut pecahan 100 kurus (cents).

Uang kertas (fiat money) dalam mata uang TL tersedia dalam pecahan 5 TL, 10 TL, 20 TL, 50 TL, 100 TL dan 200 TL. Sedangkan uang dalam bentuk koin tersedian pecahan 1 TL, 50 kurus (kr), 25 kr, 10 kr, 5 kr dan 1 kr.

Penduduk Turki (Ankara)

Penampilan fisik orang Turki sangat mirip dengan orang-orang Eropa kebanyakan. Mereka memiliki kulit berwana putih, rambut pirang dan berhidung mancung. Ada juga yang berambut hitam dan berkulit putih kekuningan. Tinggi badan rata-rata seperti tinggi badannya orang Asia Tengah. Kebanyakan dari mereka adalah keturunan dari hasil perkawinan bangsa mongol dan penduduk lokal (asimilasi) yang terjadi pada masa kejayaan Mongol kira-kira pada tahun 1206 masehi dimana pada masa itu kerjaan Mongol mempunyai daerah taklukan yang menjangkau sampai ke wilayah Eropa timur (Polandia, Russian dsb).

Semir sepatu sambil difoto

Mayoritas masyarakat Turki beragama Islam dan jumlahnya kurang lebih 98%. Walaupun Republik Turki adalah negara sekuler, kita dapat mendengarkan suaran kumandang azan sebanyak lima kali dalam sehari dari speaker masjid. Paham sekuler yang dimulai sejak awal berkuasanya Mustafa Kemal Ataturk pada tahun 1920-an masih bertahan sampai saat ini. Karena mayoritas kelompok militer di Turki masih mempertahankan paham sekuler. Tidak ada peluang bagi rakyat yang akan membawa simbol-simbol keagamaan dalam penyelenggaraan kenegaraan. Tetapi baru pada masa pemerintahan Presiden  Abdullah Gul dan Perdana Menteri Recep Tayip Erdogan lah yang membongkar tradisi. Dimana perempuan berjilbab dapat masuk ke istana dan mengikuti acara kenegaraan. Dan sebagai bentuk protes dari kalangan militer, mereka memilik walk out meninggalkan istana.

Dari pengamatan saya terhadap penduduk Ankara, mereka adalah orang-orang yang ramah dan bersikap baik kepada pendatang. Terlihat dari cara mereka memperlakukan orang asing seperti saya dengan penuh keakraban dengan berjabat tangan dan menepuk bahu dengan hangat. Dan sikap mereka yang peduli pada siapapun dan mau membantu pada saat kita minta bantuan.

Rekan saya Pak Dadang dan Mr. Nurachman

Saya teringat ketika membeli makanan untuk dibawa ke hotel. Saya katakan kepada guide saya Mr. Nurachman, bahwa saya kepingin makan ikan dan nasi. Sebab saya sudah beberapa kali makan kebab yang membuat lidah terasa bosan. Guide saya yang orang Turki dan bisa berbahasa Indonesia ini tak segan membawa saya ke toko penjual ikan. Dan dia yang menawar harga kepada penjual agar saya mendapat harga murah. Padahal sangat jarang ada toko ikan di Ankara yang menjual dan bisa sekaligus memasaknya, kecuali di restoran mahal.  Tapi Guide saya berusaha agar saya tidak perlu ke restoran yang mahal, sebab menurut orang Turki sendiri harga-harga di Turki termasuk mahal,  apalagi kalau saya membandingkan dengan harga-harga di Jakarta. Tetapi kami harus berkeliling dengan mobil sampai akhirnya kami menemukan juga toko ikan tersebut.

Foto bareng tukang ikan

Kesan saya yang lain tentang orang Turki ini adalah, pada umumnya mereka cukup relijius. Ketika pertamakali berkenalan dengan pemilik toko, tukang semir sepatu atau penjual makanan di jalan, saya katakan bahawa saya berasal dari Indonesia mereka langsung meberi salam Assalmualaikum. Dan entah kebetulan atau tidak, ketika masuk ke sebuah toko handicraft si penjual menanyakan apakah saya muslim ? karena ketika berkenalan sebelumnya sudah saya sebutkan bahwa saya berasal dari Indonesia. Dan ketika saya jawab bahwa saya muslim, maka si penjual menjabat erat tangan saya dan menawarkan tempat ditokonya untuk sholat. Sementara tanganya tidak lepas dari tasbih yang dipakai untuk berzikir. Demikian juga ketika bertemu dengan orang yang menyemir sepatu, mereka cukup ramah dan menyuruh saya untuk mengambil foto karena mereka melihat saya menggatungkan kamera di leher. Sambil sepatunya disemir dia berpose dan tanggannya juga memegang tasbih.

Jadi walaupun negara sekuler, kepribadian dan kebiasaan mereka sangat baik dan cukup religius. Secara fisik mereka memang seperi orang barat (Eropa), tetapi dalam berinterkasi dan kebiasaannya mereka tetap saja seperti orang timur.

19 comments

  1. Senang sekali bisa mengetahui soal Turki lewat tulisan Bang Zuli. Selanjutnya ayo dong… nulis tentang kopi turki.

  2. Wow.. membaca penjelasan Mas Taufik, ternyata ramah juga ya orang sana.🙂 Tapi, saya takut mereka hanya ramah pada muslim. Semoga tidak.

    Orang sana mau ya difoto ama turis…?😀

    1. Hai apa kabar Kang Asop ? Saya kira pada dasarnya semua orang suka pada keramahan. Dan saya harap mereka juga bersikap ramah bukan hanya pada sesama muslim. Disana juga saya sempat melihat rumah ibadah agama lain, dan mereka semua pada hidup rukun dan damai.

  3. Hallo mas Zuli Taufik, selain penikmat kopi kebetulan saya juga menyukai travelling sehingga saya juga tertarik membaca postingan ini, meskipun begitu saya tetap menunggu postingan tentang kopi ibrik yang ada di Turki. Ngomong2, saya karena merasa “dikomporin” postingan mas Zuli tentang kopi presso di Goh Tong Coffee yang katanya ada di stas Sudirman, jadi waktu baru2 ini dinas ke Jkt saya mencoba jauh2 dari Cipondoh pergi ke stas Sudirman, ternyata udah tutup gerai kopi tersebut. Alamaaakk….

    1. Bu Endang maaf ya, saya belum infokan di Blog. Ternyata owner goktong coffee (Pak Jefri) sudah menutup kedainya sekitar 3 bulan lalu. Beliau mau pindah ke daerah Pondok Kelapa.

      Posting tentang Turkish Coffee akan saya siapkan. Mudah2an dalam waktu dekat.

  4. as. arkadaşlar nasılsın? ben endonezyalıyım. inşa allah bize rahmet versin. çunkü bu devlet sekuler ama bunun yanında iyi bir şey almak çok güzel. çunkü burada yardım ederken çok güzel. inşa allah ben size duası istiyo……..

  5. aslında sadece ankara degilde. butün şehir bize çok seviyorlar. cunku biz muslim. ancak insanların mustafa kemal atatürkun inanması muslim olması aslında istemiyorlar. zaten bu devlet sekuler.

  6. hallo mas zul.aku bunga
    aku punya pacar dari negara turki,aku mau tanya apakah orang turki disana tidak perduli terhadap anaknya yang sedang ada masalah di indonesia kartena pacar saya overstay di indonesia..orangtuanya tidak mau mengirimkan uang utnuk dia pulang ke turki,berkali-kali pacar saya menghubungi orang tuannya tetpi mereka selalu berbohong..orangtuanya tinggal di ankara.

    terima kasih

  7. asalamualaikum…mas zul…saya asa…saya ingin tanya..bagaimana cara mencari guide yg baik….di ankara…soalnya…kekasihku orang sana….dan dia ingin menikahiku, kmudian membawaku pulang ke turki…tapi masalahnya…bahasa yg aku gunakan belum begitu bagus…karena…aku belajar bahasa turki sendiri…

  8. bung saya pernah ke turki iku tour, guidenya muslim tapi ga mau sholat. saya tanya mana tempat sholat selalu dia bilang musafir ga perlu sholat. akhirnya saya cari sendiri dan dapat, nah seperti itu saya lakukan terus akhirnya dia ga berkutik. dia sekuler fanatik pengagum berat M Kemal A. selama saya disana 7 kali pindah hotel. hanya 1 hotel yg dikamarnya ada arah qiblatnya sholat dan di tempel di Laci. 2 hotel ada mushollahnya yg satu resmi mushollah yg satu campur gudang. Moshollah mereka sebut Mescit (Masjid). kalau Masjid beneran mereka sebut Jami’.
    asyik juga ke Turki tapi banyak juga orang-orangnya yg ekstrimis Sekuler Fanatik. kadang bikin muak tp tidak sedikit juga yg sangat menghargai kalau ada orang mau sholat.
    para pemudahnya mulai banyak yg relegius baik itu Polisi maupun tentara, saya lihat di Airport Istanbul mereka banyak yg sholat.

    dari cerita penjual kerudung di grand bazar, bahwa para pedagang di grand bazar itu hanya 50% yg muslim, sisanya ada atheis, nasrani atau yahudi.
    sekulerisme turki memang ekstrim dan fanatik. semua orang tahu kapan tanggal lahir dan matinya Mustafa Kemal, namun jika ditanya kapan tanggal lahir dan wafatnya Nabi Muahammad s a w sedikit sekali orang yang tahu. kata salah seorang pedagang di grand bazar tsb.

    banyak masjid dijadikan musium jadi tontonan demikian juga peninggalan Maulana Jalaluddin Rumi jadi tontonan banyak orang yg berpakaian tidak sopan boleh masuk.

    Mustafa Kemal sendiri dibuatkan pekuburan dan monumen yg mengalahkan semua peninggalan kuno dan baru di Turki, mungkin tidak seorang bapak bangsa pun di dunia ini di buatkan monumen seperti itu kecuali Mustafa Kemal tsb. katanya dia tidak menghendaki tapi melihat sejarah gaya hidupnya itu mustahil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s