Logo Neonbox KOE

Koptiam Oey: Koffie Mantep Harganja Djoejoer (Bagian I)

Siapa yang tidak kenal dengan nama Koptiam Oey (KOE), ini adalah nama sebuah tempat makan dan tempat nongkrong yang terkenal di Jakarta. Kalau anda googling di internet, maka anda dapatkan hasil searching berupa tulisan dan komentar yang disampaikan oleh blogger. Dan juga liputan dari situs-situs traveling dan situs kuliner yang umumnya memberikan pujian.

Dibalik kesuksesannya yang begitu cepat, KOE ternyata menyimpan magnet yang kuat sehingga dapat menarik minat pengunjung. Lantas magnet apa yang membuat KOE meraih kesuksesan ini ? Menurut saya magnet tersebut adalah sosok pendiri (owner) KOE yang semua orang sudah banyak mengenalnya. Belian adalah Bondan Winarno, presenter acara kuliner di salah satu stasiun swasta. Karena begitu populernya acara tersebut, Bondan Winarno di anggap sebagai seorang yang ahli dalam masak memasak. Kita sering menyaksikan komentar Bondan Winarno pada setiap kali mencicipi masakan dengan menyebut ”Maknyusss…”. Saya sendiri tidak tau kata ini ada dalam kamus bahasa Indonesia atau tidak. Tetapi kita semua setuju bahwa komentar tersebut adalah untuk menggambarkan betapa nikmat dan lezatnya masakan tersebut. Tampaknya kata tersebut berubah menjadi sebuah stereotip khusus pada dunia kuliner kita. Selain itu ada lagi yang membuat KOE menjadi popupler yaitu suasananya yang khas dan menu hidangannya yang cukup unik.

Logo Neonbox KOE

Berikut ada sesuatu yang menarik dan saya kutip “dari daftar menu” di KOE yang maksudnya adalah untuk memberikan saran atau peringatan bagi yang ingin order minuman kopi pekat.

 ”Dikarenaken koffie kami sangat pekat, mohon dipertimbangken sekali lagi seandainja berniat memesan koffie pada waktoe sore/malem hari. Soeda banjak jang mengeloeh soelit tidoer sasoedahnja minoem ini koffie. Kamsia”

Peringatan diatas terkesan cukup unik, sebab disampaikan dengan gaya bahasa tempo dulu. Dan inilah salah satu keunikan KOE yang bisa kita rasakan dimana KOE mengusung konsep kedai dan layanannya adalah untuk mengenang suasana masa lalu yang begitu klasik.

Terus ada lagi kutipan lain yang saya kira cukup menarik.

 ”Beberapa Tjatjatetan:

  • Samoewa harga koedoe ditambah 10% padjek oenteok government
  • Samoewa koffie panas disadjiken dengan satoe gelas air ijs
  • Ada sedija bengkoesan oentoek belanja makanan dibawa poelang
  • Ada sedija goela palsoe oentoek jang diet goela”

Asal Muasal nama Kopitiam Oey

Asal muasal (sejarah) nama KOE ini cukup manrik untuk kita simak. Kopitiam berasal dari kata “kafe tien” dalam dialek Hokkien yang berarti “warung kopi”.
Kopitiam Oey- di jaman voor de oorlog disebut Koffiehuis Oey-pertama kali dibuka di jalan Haji Agus Salim 19 (d/h Laan Holle 18), Jakarta Pusat.

Sementara dari wikipedia nama Kopitiam dijelaskan sebagai berikut: Kopitiam atau kopi tiam adalah kedai kopi dan sarapan tradisional di Malaysia dan Singapura. Di Indonesia, kopitiam terutama ada di kota Batam dan Medan. Istilah kopitiam berasal dari gabungan kata kopi (bahasa Melayu) dan kata tiam (店) yang berarti kedai dalam bahasa Hokkien. Selain kopi, teh, atau Milo, makanan yang disediakan adalah beraneka ragam sajian sederhana, seperti telur rebus, roti bakar dengan selai srikaya.

Jadi nama Kopitiam Oey sebenarnya adalah gabungan kata Kopitiam dan Oey, dimana kata Oey ini identik dengan Wi. Maka jadilah Wi yang merupakan sebuah nama yang ada dalam kalangan marga Oey itu dirubah menjadi Oey. Sementara nama Bondan Winarno mengandung unsur Wi pada kata Winarno. Kayanya agak memaksain ya ? hehehe….

Pengalaman makan minum di KOE

Karena hari sudah jam 20.00 lewat dan jarak ke rumah masih jauh, jadi dipastikan membuang waktu untuk masak sementara perut sudah kerocongan. Malam itu sesudah berekreasi dari Dufan, saya mengajak keluarga untuk makan diluar. Dari data GPS di dashboard saya mencari tempat makan terdekat, dan munculah salah satunya Kopitiam Oey di Jalan Agus Salim No. 16a. Akhirnya saya putuskan untuk memacu kendaraan ke TKP. Selain ingin cepat menikmati makan dan minum, saya juga terdorong untuk mencoba menu di KOE. Selama ini saya hanya mendengan atau membacanya di massmedia.

Suasana di Kopitiam Oey Jl. H. Agus Salam No. 16A, Jakarta (Sumber: detikfood.com)

Akhirnya sampailah dan keluarga di tempat, dan kami langsung disambut oleh para pramusaji dengan ramah. Malam itu suasana cukup ramai dikunjungi oleh kaula muda dan kami belum booking. Tapi lumayan masih ada dua tempat duduk dan kami pun diberikan daftar menu. Oh iya… anggota keluarga yang lain terpaksa duduk didalam mobil. Dan pesanannya akan diantar oleh pramusaji.

Dari daftar menu saya langsung lihat daftar Santap Malam yang tersedia. Ada Nasi goreng (Kambing/Ajam), Roti bakar Italia (roast beef+mozzarella), Ikan dan kentang goreng, Mi Kepiting Pontianak dan Nasi Pindang Kudus. Kami memesan Nasi goreng ayam, Mie Kepiting dan Nasi Pindang Kudus. Untuk minuman kami pilih Koffie Soesoe Indo Cina (kopi vietnam) dan Milo Dinosaurus.

Kesan saya sesudah menyantap Nasi Pindang Kudus sangat puas. Menu ini adalah makanan berkuah dengan irisan dagiang sapi. Rasanya sangat  pas dilidah (ada ras agurih, asin, manis) sementara dagingnya diiris tipis-tipin dan tidak keras. Sepintas rasanya mirip daging semur. Bedanya  pindang ini kuahnya banyak dan rasa rempah yang cukup berbeda daripada semur. Disajikan dengan nasi putih pulen dan panas menambah selera makan tambah maknyusss.

Kopi Vietnam disajikan sangat mirip seperti kopi vietnam di kafe/kedai lain. Tapi terus terang menurut saya rasa kopi vietnam disini masih harus ditingkatkan. Sepertinya aroma kopi, keasaman dan rasa pahit nya kurang terasa. Sehingga menurut saya aftertaste nya kurang kuat. Semoga pihak KOE akan berkenan mengevaluasi sajian menu favorit ini.

Daftar menu bisa di cek langsung di situs resmi Kopitiam Oey

(bersambung…)

14 comments

  1. الحمد لله رب العالمين ada update artikel, apalagi tentang kopi antik bahaeula yg sangat berkualitas,…”Kuat” pengaruhnya..

    Semoga disusuli artikel2 menarik lainnya, ditunggu, terima kasih

    1. Sekali-sekali boleh gan mampir ke KOE, sekarang cabangnya ada dimana-mana. Soal harga sih relatif, khusus untuk kopi harganya masih dibawah dari kedai kopi lain (*star*uks, dll)

  2. Udah lama baru nulis lagi, sibuk skali mas Zul ? ohya saya senang tulisannya di gede in hurufnya begini, jadi getting old woman kaya saya msh nyaman mbaca nya. Saya pernah KO, mrk spt nya mmg tdk utamakan kopi nya, untuk cafe2 smacam itu lebih baik kita minum kopi tubruk nya saja.

    1. Iya nih Bu Endang saya baru sempat nulis lagi. Belakangan ini banyak kerjaan yang harus saya beresin. Terimakasih atas komen nya, nantikan tulisan saya berikutnya

  3.  ”Dikarenaken koffie kami sangat pekat, mohon dipertimbangken sekali lagi seandainja berniat memesan koffie pada waktoe sore/malem hari. Soeda banjak jang mengeloeh soelit tidoer sasoedahnja minoem ini koffie. Kamsia”

    Should’ve taken this warning more seriously.
    Sekarang jam 5 pagi & saya belum bisa tidur krn minum kopi ini jam 9.
    Pintar.

  4.  ”Dikarenaken koffie kami sangat pekat, mohon dipertimbangken sekali lagi seandainja berniat memesan koffie pada waktoe sore/malem hari. Soeda banjak jang mengeloeh soelit tidoer sasoedahnja minoem ini koffie. Kamsia”

    Should’ve taken this warning more seriously. Sekarang jam 5 & saya belum bisa tidur krn minum kopi susu indocina JAM 9 MALAM! Smart, eh?
    Btw, good review🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s