Penyajian menu pesanan di Anomali

Anomali Coffee “Penyimpangan Kopi”

Pertama kali mendengar kata ‘anomali’, fikiran saya seperti terbawa untuk mengingat pelajaran di sekolah dulu. Kalau tidak salah mata plejaran yang menyebut-nyebut kata ‘anomali’ ini adalah fisika. Saat itu saya sedang mengamati ‘tingkah laku’ air (benda cair).  Ada teori yang mengatakan bahwa permukaan air selalu datar. Ketika air di tuang ke dalam gelas, piring atau botol dst. dapat dilihat memang permukaanya demikian datar. Ketika gelas dimiringkan atau air dituang kedalam tempat dengan dasar cekung, tetap saja permukaannya selalau datar.

Sifat air  yang lain adalah air selalu mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.  Jika air dipanaskan mulai dari suhu 0 sampai 4 derajat celsius maka volume air akan menyusut. Akibatnya air akan menjadi es dan bisa mengapung diatas permukaan air yang lebih tinggi suhunya. Berbeda dengan sifat zat lain, biasanya suatu zat akan memuai jika dipanaskan dan akan menyusut jika didinginkan. Karena sifatnya yang berbeda (menyimpang) dari zat lain maka sifat ini disebut sebagai anomali air.

Penyajian menu pesanan di Anomali

Nah sekarang ada anomali lain yang tidak kalah anehnya, yaitu Anomali Coffee.  Paling tidak keanehan yang ada di kedai ini adalah penggunaan biji kopinya. Ketika kedai kopi lain menjual kopi impor, di Anomali Coffee semua biji kopi didatangkan dari perkebunan kopi yang tersebar dari Sumatera, Jawa, Bali Sulawesi Selatan dan Papua. Tidak ada biji kopi yang diimpor dalam setiap sajian kopinya. Biji kopi di Anomali disimpan dan digoreng  dengan menggunakan mesin moderen yang terletak pada salah satu cabangnya (cabang Setiabudi). Dikedai ini kita akan mendaptkan tulisan besar terpampang KOPI ASLI INDONESIA. Jadi sudah jelas dimana letak keanomalian dari kedai kopi ini bukan?

Anomali sebagai pemain kopi sepecial

Kita tau Anomali bukan satu-satunya yang menjual dan menyajikan kopi dengan embel-embel “Speciality Coffee”. Masih ada beberapa pemain lain di segmen ini yang tidak kalah sukses seperti Anomali. Di Indonesia sudah ada asosiasi, yaitu Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI)  yang menaungi  para pengusaha yang berbisnis pada kopi jenis special ini. Setiap merk mempunyai ciri dan kekhasan masing-masing. Salah satu yang menonjol dari Anomali Coffee, buat saya adalah visinya yang kuat untuk memajukan nama Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi terbesar  dan berkualitas didunia. Bukti ini tergambar pada tagline KOPI ASLI INDONESIA dan penggunaan biji kopi asli Indonesia.

Ruangan yang cool dan berkarakter

Satu hal yang masih kurang saya pahami adalah istilah ‘speciality coffee’. Kalau kita browsing di internet atau membaca pada literature yang ada, istilah ini bisa bermacam-macam. Tapi dari pengamatan sederhana dilapangan,  dapat saya simpulkan bahwa Speciality Coffee ini adalah istilah buat bisnis kopi yang terkesan eksklusif. Artinya eksklusif disini bisa dari sisi produk dan lifestyle. Coffee sepeciality pada umunya diproduksi dalam kuatitas terbatas dan diproses secara sempurna. Mulai dari penyeleksian biji kopi (sorted) kemudian dilanjutkan kepada proses penggorengan (roasting) dan akhirnya disajikan kepada konsumen.

Penyortiran dilakukan untuk memilih biji kopi terbaik sebelum akhirnya digoreng oleh ahli yang bersertifikat. Jadi tukang goreng kopi ini tidak sama seperti layaknya tukang gorengan. Dia adalah seorang yang ahli dan mempunyai passion terhadap kopi yang digoreng. Sementara dari segi kuantitas, speciality coffee tidak diproduksi dalam jumlah banyak (mass paroduct). Produksinya diatur sesuai kebutuhan. Pemain kopi di segmen ini biasanya menguasai bisnis dari hulu sampai ke hilir. Dihulu mereka berbisnis dengan para petani kopi secara langsung, kemudian mereka bermain di lini produksi dan pada akhirnya mereka menjual langsung kepada konsumen dalam bentuk minuman atau bijian. Biasanya mereka memiliki banyak gerai kopi sebagai tempat penjualan akhir. Bahkan bisnis ini masih diboncengi (mixed) dengan jasa pelatihan dan penjualan mesin/aksesoris kopi.

Ngopi di Anomali Senopati

Begitu masuk kedalam kedai Anomali Coffee saya langsung terkesan dengan tata ruangnya. Saya merasakan sesuatu yang beda dibandingkan dengan kedai kopi lain. Look and feel kedai ini terasa sekali seperti di sebuah bangunan bekas benteng atau gudang. Mirip seperti kedai kopi lain yang meberi kesan nyaman, biasanya pencahayaan ruangan dibuat lebih soft. Walau disiang hari, kedai Anomali ini terasa cool. Terkecuali di meja dekat jendela, tentu saja cahanya masih cukup terang karena masuknya cahaya dari luar. Suhunyapun lebh panas dibanding posisi meja yang lebih kedalam. Entah gimana kalau waktunya dimalam hari, saya rasa pasti tambah cozy.

Seorang barista sedang beraksi

Sebelumnya saya suka bingung apa bedanya antara coffe shop VS café & resto VS Kopitiam?  Setelah sempat menikmati kopi di beberapa kedai, sekarang kebingungan itu sudah mulai terang benderang. Kedaikopi kopi dengan konsep Coffee Shop biasanya hanya menjual minuman, terutama kopi dan variasinya. Sementara Café & Resto bisanya tidak hanya menjual minuman kopi, tapi juga aneka minuman lain. Dan tentu saja ada menu makanan sama untuk breakfast, lunch dan dinner seperti sebuah restoran. Sementara Kopitiam ini amat sangat mirip dengan Café & Resto, tapi bedanya di Kopitiam sangat kental nuasa Cina dan Melayunya. Dan biasaya sebuah Koptiam mengusung kenangan masa lalu. Sehingga pengunjung seperti merasakan suasana tempo dulu. Mohon koreksi dari pembaca kalau kesimpulan saya atas ketiga konsep kedai kopi diatas kurang tepat.

Salah satu elemen penting lain yang mebedakan antara satu kedai kopi dengan kedai kopi lainnya bisanya menyangkut soal furniture. Di Anomali saya merasakan kesan yang hangat dan natural. Hal ini lebih terasa  karena selain warna dan tekstur interiornya yang kalem, satu lagi yang menguatkan kesan hangat tersebut adalah penggunaan perabot seperti bangku dan meja yang terbuat dari kayu.  Furnitur ini dicat atau dipolitur dengan warna alami. Akhirnya pengunjung merasa nyaman dan betah nongkrong lama disini. Terlebih lagi Anomali juga menyediakan fasilitas wifi yang menjadikan seluruh area di Anomali menjadi hot spot area. Sangat pas buat mereka yang ingin membunuh waktu sambil menikmati secangkir kopi berkualitas.

Furnitur kayu dengan warna natural

Menu di Anomali

Siang itu saya memilih kopi Wamena Papua yang dalam daftar menunya dijelaskan bahwa karakteristik kopi ini Fruity aroma, superb acidity, clean flavor with great body. Sementara rekan saya mencoba kopi Aceh Gayo Organik dengan karakterisitik Organic medium acidity with rich earthy undertones, vibrant and versatile. Sebagai teman minum kopi kami pilih dua porsi pisang goring. Satu porsi isinya dua buah pisang goreng. Hmmm… rasanya mantap dan klop banget, segelas kopi panas ditemani pisang goreng. Rasa mantap ini sebandinglah dengan harganya. Bahkan untuk segelas kopi hitam, harga di Anomali malah sedikit lebih mahal dibanding segelas kopi yang sama di gerai kopi yang berasal dari negeri abang Sam.

Masih banyak menu lain yang tertulis dalam daftar menu. Nampaknya saya harus kembali lagi beberapa kali kalau ingin merasakan seluruh manu yang disajikan. Untuk saat ini saya kira cukup sekali sebagai perkenalan, entah dilain hari mungkin saya akan coba juga menu kopi lain yang sangat eksotis itu.

Profil pengunjung

Selama saya berada di Anomali Coffee, terlihat beberapa pelanggan yang datang silih berganti. Kebanyak dari mereka adalah kalangan usia dewasa dan mapan. Anda masih ingat psikografi dari pengunjung kedai kopi ? Sama seperti yang sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya, acara ngopi ini merupakan gaya hidup. Kebanyakan pengunjung yang datang adalah untuk menikmati suasana sambil bercengkrama dengan teman atau relasi. Ada yang sekedar ngobrol ada juga yang serius membicarakan urusan bisnis.

Pengunjung lokal dan orang asing

Kedai Anomali terletak di daerah Senopati yang merupakan basis komunitas warga asing seperti Korea dan Jepang. Tidak jauh disekitar kedai ini banyak terdapat restoran, toko swalayan, kantor sampai praktik dokter untuk warga Korea Selatan. Dengan kondisi ini, tidak herang Anomali Coffee banyak dikunjungi warga Korea dan Jepang yang terkenal sebagai peminum kopi. Bedanya antara pengunjung lokal dan pengunjung asing adalah; pengunjung lokal betah berlama-lama sementara pengunjung asing lebih cepat selesai meninggalkan kedai menuju tempat aktivitas.

17 comments

  1. Pertama kali saya dengar nama Anomali Coffee ini di KOMPAS dua atau yang minggu lalu, di rubrik Sosialita yang saat itu membahas Andaly Metal Bitticaca, Puteri Kopi Indonesia.🙂

    1. Saya belum baca KOMPAS tsb. Seru juga ya Andaly Metal Bitticaca, Puteri Kopi Indonesia ini bicara soal dunia kopi.

  2. wah mantap tuh
    di balikpapan juga ada kopi aslinya dekat bandara internasional sepinggan, nakamanya kopi sepinggan, rencana pembukaan kedai sederhan bulan september 2012 ini,, yuk tengok yuk bisa via web
    http://www.kopisepinggan.com
    atau kontak saya di 081227557259,

    sedia kopi sepinggan tingtong kemasan 100 gram , di jamin puas. ASLI

    1. Selamat atas dibukanya Kopi Sepinggan. Bertambah lagi jenis kopi nusantara yang nyaris tak terdengar yaitu kopi dari Kalimantan. Sukses selalu buat Kopi Sepinggan!

      1. tks atas dukungannya
        ini asli benar beanr asli, tanpa tambahan di proses dengan cara unik memberi rasa dan aroma yang khas , jika ke balikpapan jangan lupa cicipi kopi sepinggan dekat dengan bandar udara sepinggan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s