kaleng-kopi

Dua Kapal Api Satu di Indonesia, Satu Lagi di Amerika

Dua nama besar dalam industri kopi ini dapat memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana mengelola bisnis kopi. Mereka adalah pemimpin pasar, Kopi Kapal Api dan Folger’s Coffee dua brand yang memiliki kesamaan dalam sejarah berdiri bahkan sampai kepada Logo produknya. Kapal Api berdiri sejak jaman sebelum kemerdekaan atau tepatnya pada tahun 1927 di Surabaya, sementara Floger’s Coffee berdiri jauh sebelum Kopi Kapal Api yaitu pada tahun 1850 di San Fransisco. Kesamaan para pendiri mereka adalah sama-sama sebagai keluarga imingran yang merantau ke negara lain.

Pendiri Kopi Kapal Api yaitu Go Soe Loet berasal dari Fujian, Tiongkok sementara ayah pendiri Folger’s Coffee, Peter Folger berasal dari Norwich, Inggris. Sebagai imigran mereka adalah perantau yang ulet dalam bekerja dan sealalu berusaha dan bekerja keras untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Keluarga Go Soe Loet datang ke Hindia Belanda dan memulai usaha berjualan kopi kepada pelaut-pelaut di Pelabuhan Surabaya. Sementara Keluarga Folger datang ke Massachusetts Amerika Serikat untuk bekerja sebagai pekerja tambang di kota San Fransisco.

kaleng-kopi

Berbisnis Kopi

Mulai dari berdiri pada tahun 1927 Kopi Kapal Api, adalah Go Soe Loet yang merintisnya bersama dengan dua orang saudaranya Go Bie Tjong dan Go Soe Bie dengan cara berjualan kopi keliling kampung menggunakan pikulan kayu dan sepeda roda dua. Pada saat itu juga Go Soe Loet menjual kopinya kepada pelaut-pelaut yang sedang menyandarkan kapalnya di pelabuhan Surabaya. Produksi bubuk kopi mereka kerjakan sendiri di sebuah pabrik penggorengan kopi yang mereka dirikan di kawasan pelabuhan Surabaya. Merek kopi kala itu masih bernama Kopi Bubuk Hap Hoo Tjan.

Lain di Surabaya lain pula di San Fransisco, imigran Peter Floger mengirim anak-anaknya ke San Fransisco untuk bekerja di pertambangan emas. Sayangnya biaya untuk keberangkatan tersebut hanya dapat meneruskan dua dari tiga anaknya menuju lokasi pertambangan. Sementara anaknya yang lain yaitu James Folger I harus tetap tinggal di San Fransisco yang gagal bekerja di pertambangan emas untuk berusaha dan bekerja sendiri agar dapat mengumpulkan uang untuk berangkat ke Pertambangan.

Tuntutan hidup telah membawa James Folger I untuk bekerja sebagai tukang kayu bagi William H. Bovee pemilik The Pioneer Steam Coffee and Spice Mills yang memproduksi biji kopi untuk dijual dalam kemasan kaleng. Setelah mengumpulkan uang yang cukup di tahun 1950 James memutuskan untuk berangkat ke pertambangan. Ternyata di lokasi pertambangan James tidak bekerja sebagai pekerja tambang tetapi malah mendirikan usaha J.A. Folger & Co. yang mendistribusikan kopi dan bumbu masak dan menjadi full partner dari perusahaan Pioneer Steam Coffee and Spice Mills.

Logo Produk

Tidak diketahui asal muasal Folger’s Coffee mencantumkan logo Kapal Api pada setiap kemasan kaleng kopi produksinya. Bila diamati ada dua kapal uap dan satu perahu layar yang seolah-olah berjalan ke haluan kanan. Terasa cukup menyenangkan melihat logo Folger’s Coffee dengan imajinasi bahwa perusahaan sedang memgirimkan produknya ke bagian negara lain di Amerika yang berlayar diatas laut yang tenang dengan latar belakang pegunungan.

Sementara untuk Kopi Kapal Api yang juga menggunakan kapal api yang sedang berlayar menuju haluan kiri. menurut beberapa sumber tentang logo tersebut, ketika pertama kali merintis usaha kopi ini oran tua Soedomo bersaudara menjalankan bisnisnya di daerah pelabuhan surabaya. Sehingga seringkali melihat banyak kapal laut yang bersandar untuk membongkar muatan. Oleh karena itu dipilihlah kapal laut yang bergerak dengan mesin uap sebagai logo produk kopinya. Atau lebih populer disebut sebagai Kopi Kapal Api.

Bila kita sandingkan kedua logo kemasan produk ini seolah-olah keduanya sedang berlayar tetapi saling menjauh, satu bergerak ke haluan kanan dan satu lagi ke haluan kiri. Bisa jadi karena kedua perusahaan ini berdiri di kota pelabuhan yakni Surabaya dan San Fransisco sehingga para pendiri merasa terinspirasi dengan kapal api yang merupakan alat trasnportasi tercanggih pada masanya.

Jatuh Bangun dan Perkembangan ke depan

Sebelum bangkrutnya Pabrik Kopi Bubuk Hap Hoo Tjan ditengarai karena ada ketidakcocokan tiga bersaudara dalam berbisnis. Aset perusahaan dibagi-bagi diantara mereka. Go Soe Loet mendapat bagian pabrik penggorengan kopi dan memilih tetap melanjutkan produksi kopi yang dibantu anak-anaknya, yakni Soetikno, Indra dan Soedomo masih dengan merek Kopi Kapal Api. Sampai akhirnya Pabrik Kopi Bubuk Hap Hoo Tjan mengalami kebangkrutan pada tahun 1981 dan berhenti berproduksi.

Beruntung pada tahun 1979 anak-anak Go Soe Loet, yaitu Soedomo dan Indra telah mendirikan pabrik kopi sendiri dengan nama PT Santos Jaya Coffee Company. Melalui perusahaan ini Soedomo terus melanjutkan produksi bubuk kopi dengan brand lama yang sudah cukup dikenal Kopi Kapal Api.

Saat ini perusahaan Soedomo terus berkembang dan kian meluaskan usaha dengan mendirikan anak-anak usaha yangmemproduksi berbagai macam produk, antara lain:

  1. PT. Agel Langgeng menjual permen dan biskuit
  2. Excelso Cafe pada industri hilir kopi
  3. PT. Fastrata Buana melayani distribusi produk kopi dan permen ke seluruh Indonesia

Perluasan usaha pada industri hulu kopi dilakukan denga mendirikan perusahaan sebagai berikut:

  1. PT. Sulotco Jaya Abadi mengoperasikan perkebunan kopi
  2. PT. Santos Premium Krimer memproduksi non-dairy creamer
  3. PT. Weiss Tech that memproduksi mesin-mesin industri and mesin kopi espresso

Bagaimana dengan Folger’s Coffee di San Fransisico? Setelah kematian James Folger I akibat penyakit jantung koroner, usaha J.A. Folger & Co. dilanjutkan oleh anak tertuanya James Folger II sebagai preisiden perusahaan. Dibawah kepemimpinannya perusahaan J.A. Folger & Co. semakin berkembang. J.A. Folger & Co. tidak hanya menjual dan mendistribusikan barang tetapi juga ikut memproduksi kopi dengan berbagai macam merek sesuai dengan kualitas kopinya. Salah satu merek produk yang terkenal adalah Folgers Golden Gate Coffee, yaitu kopi campuran (blend coffee) terbaik dalam kemasan kaleng.

Pada tahun 1963 perusahaan consumer goods Protect & Gamble (P & G) mengakuisisi Folgers Coffee Company untuk kemudian menjadi unit usahanya yang mendustribusikan produk-produk dengan merek dagang Folger’s. Selama kepemilikan oleh P & G Fogler’s menjadi penjual kopi dengan merek nomor satu di Amerika. Dan akhirnya pada tahun 2008 The J.M. Smucker Company mengakuisisi Folger Coffee Company yang merupakan subsidiary Protect & Gamble untuk tetap memproduksi produk-produk kopi. Dan sampai saat ini merek Folger’s Coffee pun masih tetap dipertahankan sebagai merek dagang dan tetap menjadi pemimpin pasar di Amerika. Tetapi logonya mengalami perubahan dibawah bendera J.M. Smucker Company, tidak lagi menggunakan Kapal Api (steamboat) berganti  dengan sinar matahari yang terbit dibalik gunung.

 

*) Dari berbagai sumber

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s