kopi vietnam

Ritual Kopi Pagi di Hari Libur

Sebagian dari kita menganggap bahwa kopi terbaik hanya bisa dinikmati di cafe. Padahal tidak juga, kita bisa menikmati kopi buatan sendiri sambil mengisi waktu libur pada akhir pekan. Betul sekali bahwa waktu yang cukup untuk menyalurkan bakat dan hobi bagi mereka yang sangat sibuk adalah pada saat libur weekend. Sebut saja aktivitas berbelanja, bersepeda, menulis, membaca, berkebun dan banyak lagi aktivitas akan terasa sangat menyenangkan apabila dilakukan pada hari libur sabtu-minggu. Begitu juga bagi para penikmat kopi, sayang sekali bila mereka yang sudah berinvestasi pada alat kopi kemudian membiarkannya tergelatak begitu saja. Tidak ada salahnya mengoprek-operek resep racikan kopi dan diikuti dengan mempraktekannya sebagai bentuk eksplorasi hobi dan minat kita akan kopi. Dan saya melakukan itu sebagai pengisi waktu kemudian saya share buat pembaca (semoga berkenan).

frech-fresh

Dari sekian jenis kopi yang masih ada di meja kopi saya, saya mencoba menyeduh kopi Vietnam yang kebetulan pernah saya beli ketika bertugas ke sana. Biasanya kopi Vietnam diseduh dengan satu alat penyaring yang terbuat dari bahan metal berlubang dibagian bawahnya, orang biasa menyebutnya Vietnam Drip. Kali ini saya membuat seduhan kopi dengan alat lain yaitu French Press, sebuah alat seduh kopi yang bisa ditekan tuasnya (plunger) dari atas kebawah untuk menyaring serbuk kopi yang sudah terseduh air panas. Ternyata ketika menyeduh dengan frech press ini saya mendapat pengalaman bahwa selain lebih mudah menyeduh kopinya ternyata hasilnya juga tidak jauh berbeda bila dibandingkan menyeduh dengan vietnam drip. Dari segi waktu juga ternyata lebih cepat. Selanjutnya seduhan kopi siap dinikmati dengan panganan atau cemilan. Kopi Vietnam bisa disajikan dengan menambah susu kental manis (SKM). Seperti terlihat pada gambar saya menikmatinya tanpa SKM. Sementara untuk cemilannya lagi-lagi saya membuat cemilan sendiri yaitu roti bakar isi telur ceplok dan seiris burger. Asli banget, rasa dan kualitas yang saya dapatkan sudah seperti sajian di cafe mahal hehehe… setidaknya menyenangkan hati sendiri.

kopi-vietnam-resize

Lantas bagimana dengan patokan atau standar menyeduh kopi yang baik dan benar? Kalau soal standar sebetulnya bisa kita dapat informasinya dari buku-buku resep meracik kopi. Mulai dari jenis alat seduhnya, berat kopi dan jumlah airnya bahkan sampai kepada berapa suhu dan lama waktu yang pas untuk menyeduh kopi. Apapun standarnya yang penting anda happy, karena kita sendiri yang menikmati kopi hasil racikan kita sendiri. Saya menyebutnya rezim bebas kopi dimana kita boleh punya standar masing-masing ketika menyeduh kopi.

Dari eksperimen diatas, kita mungkin setuju bahwa ada yang membedakan antara menikmati kopi di rumah dibandingkan di cafe, yaitu suasananya. Pengelola cafe sangat cerdik menyiasati konsumen dengan konsep dan penampilan cafe yang menarik, ditambah fasilitas pendukung lain seperti wifi gratis dan program promosi seperti diskon atau membership. Kembali kepada suasana minum kopi, ketika ngopi di rumah sendiri seharusnya kita merasakan suasana yang lebih enjoy karena bisa bebas melakukan apa saja. Sementara suasana di cafe juga tidak kalah enjoynya, ada hal lain yang membuat ngopi di cafe lebih pas. Misalnya cafe bisa menjadi meeting point untuk bertemu client. Terserah kepada masing-masing person lebih suka yang mana dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan waktunya.

Akhirnya dengan bereksperimen kopi ala cafe sendiri semoga kita mendapat manfaat yang positif dan membuat hati ini menjadi lebih senang dan lebih segar. Sehingga kita dapat menikmati hidup berkualitas yang berdampak bagi kesehatan. Satu yang perlu diingat bahwa jangan terlalu berlebihan mengkonsumsi kopi. Sebab apapun yang berlebihan akan berdampak tidak baik bagi diri sendiri.

Salam kopi!

Advertisements